0 di keranjang

No products in the cart.

Apa itu Bisnis Dropship?

Tanpa modal sekali pun, saat ini Anda sudah bisa menjalankan sebuah bisnis. Salah satu caranya adalah dengan menjadi dropship. Dengan menjadi dropshipper, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memulai bisnis.

Banyak yang menyamakan bisnis dropship sama seperti reseller, padahal keduanya sangat berbeda. Sekilas mungkin kedua jenis bisnis tersebut terlihat mirip. Dengan metode jual beli online dropship, penjual tidak perlu melakukan stok atau pengiriman barang ke pembeli. Sedangkan untuk reseller, penjual harus sudah memiliki barang yang akan dijual.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa hal tentang bisnis dropship dan bedanya dengan reseller:

Pengertian Dropship

Secara sederhana, bisnis dropship adalah sistem jual beli di mana penjual tidak perlu menyimpan stok barang atau mengirim barang ke pembeli. Yang bertugas menyiapkan stok dan mengirim barang ke pembeli adalah pihak supplier.

Jadi, Anda sebagai penjual hanya bertugas memasarkan produk-produk yang ada di supplier tersebut hingga diketahui banyak orang melalui website atau media sosial. Jika ada pembeli, supplier akan mengirim dengan nama Anda ke pembeli.

Keuntungan yang didapat biasanya adalah selisih dari harga barang dan harga yang Anda berikan ke pembeli. Sebagai contoh, jika harga sebuah barang di supplier adalah Rp70.000 dan harga yang Anda jual adalah Rp90.000, maka keuntungan yang Anda terima apabila barang tersebut terjual adalah sebesar Rp20.000.

Beda Reseller dan Dropship

Reseller dan dropship sangat berbeda, meskipun masih memiliki kesamaan bisnis jual-beli. Jika sebelumnya sudah dijelaskan dropship adalah bisnis jual beli tanpa perlu menyimpan stok barang, maka reseller harus menyimpan stok barang terlebih dahulu.

Sebelum menjual barang, biasanya seorang reseller sudah membeli barang tersebut pada supplier dalam jumlah besar. Karena membeli dalam jumlah lebih banyak, reseller mendapatkan potongan harga atau membeli dengan harga lebih murah dari pada umumnya. Dengan begitu, reseller bisa menjual dengan harga setara supplier namun tetap mendapatkan untung, atau bahkan menjual lebih mahal dan lebih banyak keuntungan.

Di sini letak perbedaan mendasar dari reseller dan dropshipper. Reseller memiliki potensi rugi apabila barang tidak laku, sedangkan dropshipper tidak akan rugi karena tidak menyimpan stok barang. Adapun apabila barang laku banyak, reseller akan mendapatkan lebih banyak keuntungan karena sebelumnya membeli di bawah harga pasar. Setiap pilihan ada risikonya masing-masing.

Keuntungan Sistem Dropship

Menjalani bisnis dropship memiliki beberapa keuntungan, beberapa di antaranya sudah disebutkan sebelumnya. Untuk lebih jelasnya. Berikut ini beberapa keuntungan menjadi dropshipper:

Modal Nol rupiah

Menjadi dropshipper bahkan bisa dijalankan walau tanpa modal sekali pun. Hal ini karena Anda hanya perlu memasarkan produk, sisanya pihak supplier yang melakukannya. Mulai dari proses pengepakan sampai pengiriman adalah tanggung jawab supplier.

Menjual produk dari berbagai supplier

Anda bisa memilih beberapa supplier sebagai penyedia produk yang akan Anda jual. Jadi, apabila stok produk di supplier A habis, Anda bisa mendapatkan produk yang sama di supplier B atau supplier lainnya.

Menentukan harga sendiri

Dengan menjadi dropshipper, Anda bisa menentukan harga dan keuntungan sendiri.

Tidak memerlukan toko

Menjalankan bisnis dropship Anda tidak perlu membuat toko fisik, hal ini tentu saja akan sangat menghemat biaya Anda.

Bisnis ini sepenuhnya dijalankan secara online. Bahkan stok barang bukan berasal dari Anda, jadi Anda sama sekali tidak memerlukan toko fisik. Oleh karena itu bisnis ini menjadi sangat murah karena tidak memerlukan biaya sewa toko.

Nama Anda/toko Anda akan tertulis sebagai pengirim barang

Meskipun bukan Anda yang mengirim barang, di sana akan tertulis nama Anda/toko Anda sebagai pengirim.

Tips Menjadi Dropshipper

Untuk menjadi dropshipper, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Meskipun bisa dilakukan tanpa modal, faktanya bisnis ini juga tetap memiliki risiko penipuan atau tindak kejahatan lain. Jadi, ada beberapa hal yang dibutuhkan, antara lain adalah:

Selektif dalam memilih supplier

Tidak sedikit supplier nakal yang ternyata tidak amanah. Jadi, pastikan supplier yang Anda pilih terpercaya dan sudah lama menjalankan bisnis jual beli online. Untuk memastikannya, lihat beberapa review atau testimoni dari pembeli sebelumnya.

Apabila Anda salah memilih suplier, maka yang akan rugi Anda sendiri karena nantinya dianggap penipu oleh pembeli. Padahal Anda baru saja ingin menjalankan bisnis secara jujur dan sehat.

Uang harus sudah Anda terima sebelum barang dikirim

Beberapa pembeli hanya ingin membayar setelah barang diterima. Jangan menerima pembeli dengan tipe seperti itu, karena bisa saja ternyata pembeli tidak membayar.

Siap menghadapi berbagai jenis pembeli

Pembeli bermacam jenisnya, ada yang sedikit tanya banyak membeli, banyak tanya sedikit membeli, atau banyak tanya batal membeli. Jenis terakhir tentu saja akan membuat Anda harus mengelus dada berulang-ulang.

Namun, pembeli memang seperti itu. Ada yang harus bertanya berkali-kali agar yakin dan ada yang tanya sedikit sudah cukup percaya. Tapi kembali lagi pada Anda, apa ingin menerima pembeli seperti itu atau tidak?

Cara Menjadi Dropshipper

Setelah banyak penjelasan terkait bisnis ini, sekarang tinggal memulainya. Mungkin dari beberapa penjelasan di atas, Anda sudah tahu harus bagaimana untuk memulai bisnis dropship. Mencari supplier adalah hal pertama yang harus Anda lakukan. Pastikan Anda telah menghubungi dan meminta izin kepada supplier tersebut untuk menjadi salah satu dropshipper mereka. Biasanya, setiap supplier memiliki ketentuan berbeda.

Setelah memilih beberapa supplier terpercaya, langkah selanjutnya adalah Anda harus memasarkan produk-produk mereka di media sosial atau website/blog Anda. Pasarkan dengan harga yang sudah Anda tentukan sendiri. Dengan begitu akan semakin banyak orang yang mengetahui bahwa Anda sedang berjualan online.

Dengan adanya dropshipper, supplier juga akan semakin terbantu karena dagangannya semakin dikenal luas. Anda juga bisa menjalankan bisnis ini secara sambilan mengerjakan pekerjaan rumah atau kantoran. Keuntungan yang Anda peroleh juga sangat tergantung pada kegigihan dalam menjual barang.

Apabila Anda rajin mempromosikan produk terbaru, maka pembeli juga akan banyak tertarik dengan barang yang Anda jual. Begitu juga sebaliknya. Tapi sebaiknya perhatikan temponya, jangan terlalu jarang atau terlalu sering. Karena terlalu sering bisa dianggap spam atau mengganggu, terlalu jarang juga bisa mengurangi daya minat pembeli.

Bagaimana? Sudah siap memulai bisnis dropship?

Buat toko onlinemu dengan Cepatlakoo

, ,